TUBAN – Pengawasan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) 2025 di Kabupaten Tuban mulai digencarkan.
Kasi PD Pontren Kemenag Tuban Imam Bukori, menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus verifikasi faktual di sejumlah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Sabtu (28/2/2026).
Dalam sehari, tim menyisir MDT di Kecamatan Singgahan, Senori, dan Bangilan.
Sehari sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan di Kecamatan Kerek dan Merakurak.
Artinya, selama dua hari berturut-turut, lima kecamatan menjadi fokus pengawasan program BOSDA 2025.
Imam Bukori menegaskan, monev ini pengecekan langsung kondisi riil lembaga pendidikan keagamaan di lapangan.
“Kami ingin memastikan bantuan BOSDA benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, baik untuk operasional maupun peningkatan sarana prasarana,” ujarnya di sela kegiatan.
Tim melakukan pemeriksaan detail terhadap laporan penggunaan dana, daftar hadir santri dan tenaga pendidik, hingga kondisi fasilitas belajar.
Verifikasi faktual juga dilakukan guna memastikan kesesuaian data kelembagaan, jumlah santri aktif, serta tenaga pengajar yang tercatat.
Langkah ini penting untuk menjamin program BOSDA berjalan sesuai petunjuk teknis dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya.
Tak hanya memeriksa, tim juga membuka ruang dialog dengan para pengelola MDT. Sejumlah kendala teknis dan administratif dibahas secara terbuka.
Pendampingan diberikan agar pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan semakin tertib, transparan, serta akuntabel.
Pendekatan pembinaan ini dinilai strategis untuk meningkatkan profesionalitas pengelola madrasah diniyah.
Sinergi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan menjadi kunci dalam menjaga mutu pendidikan diniyah di Kabupaten Tuban.
Imam Bukori berharap, melalui monitoring intensif ini, kualitas tata kelola Madrasah Diniyah Takmiliyah semakin meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan tetap terjaga.
“Kolaborasi ini akan terus kami perkuat demi keberlangsungan dan peningkatan mutu pendidikan diniyah di Tuban,” pungkasnya.
Pengawasan yang konsisten menjadi sinyal bahwa program BOSDA 2025 tidak hanya fokus pada penyaluran anggaran, tetapi juga pada efektivitas dan akuntabilitas penggunaan dana di lapangan. (fh)
































