BOJONEGORO – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah untuk menyampaikan berbagai capaian pembangunan daerah di hadapan masyarakat.
Hal itu disampaikan usai pelaksanaan sholat Idul Fitri di Masjid Agung Darussalam, Jalan KH. Hasyim Asy’ari, Sabtu (21/3/2026).
Dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, Wabup Nurul Azizah hadir bersama jajaran pejabat Pemkab Bojonegoro, di antaranya Sekda Edi Susanto, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Ivan Chusaevi, Kadinkes Ninik Susmiati, Kepala DLH Luluk Alifah, serta sejumlah pejabat lainnya.
Di awal sambutannya, Wabup menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang pada waktu bersamaan melaksanakan sholat Id di Masjid Baabus Shofa.
Ia juga mengungkapkan bahwa masjid tersebut kini telah resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sejak 20 Februari 2026.
“Masjid Baabus Shofa sebelumnya milik keluarga AKBP (Purn) Budi Djatmiko, dan kini telah menjadi aset Pemkab untuk kemanfaatan masyarakat luas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nurul Azizah memaparkan berbagai capaian penting selama masa kepemimpinan, meskipun dihadapkan pada penurunan APBD Bojonegoro yang kini berada di kisaran Rp6 triliun, turun dari sebelumnya sekitar Rp8 triliun.
Namun demikian, sejumlah indikator pembangunan justru menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan mengalami penurunan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, produksi padi melonjak dari 710 ribu ton menjadi 844 ribu ton, serta angka harapan hidup naik dari 73 tahun menjadi 75 tahun.
Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga terus mendorong pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
Salah satu langkah nyata adalah peningkatan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang kini telah menjangkau lebih dari 400 desa.
Di sektor pendidikan, Wabup menegaskan komitmen bahwa mulai tahun 2026 tidak boleh ada lagi anak Bojonegoro yang tidak bersekolah.
Saat ini masih tercatat 5.610 anak belum mengenyam pendidikan formal.
“Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan, ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain pendidikan, perhatian juga diberikan pada akses listrik. Hingga kini masih terdapat 776 keluarga yang belum teraliri listrik.
Pemerintah menargetkan seluruh warga sudah menikmati listrik pada tahun 2026.
Pemkab juga menargetkan Bojonegoro bebas TBC, yang saat ini masih dalam tahap penanganan intensif.
Dalam bidang layanan kesehatan, masyarakat kini telah merasakan peningkatan fasilitas dengan hadirnya rumah sakit tipe A yang bekerja sama dengan RSCM.
RSUD Bojonegoro juga berkembang menjadi rumah sakit pendidikan yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi.
Berbagai program lain juga terus digencarkan, mulai dari pemberian beasiswa, bantuan sosial, hingga pembangunan infrastruktur strategis seperti menara Masjid Darussalam, alun-alun, Pasar Kota Bojonegoro, serta rencana pembangunan jalur lingkar selatan.
“Perjuangan ini masih panjang. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar Bojonegoro menjadi daerah yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujar Nurul Azizah.
Sementara itu, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Dr. H. Yogi Prana Izza dengan tema “Mengendalikan Ego Menyembuhkan Luka”.
Dalam pesannya, ia mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dengan menundukkan ego dan memperbaiki diri.
Usai pelaksanaan sholat, suasana hangat penuh kekeluargaan terasa saat Wabup Nurul Azizah bersalaman dan bermaaf-maafan bersama masyarakat. (mia)































