PONOROGO – Di tengah derasnya arus modernitas dan tantangan pemikiran global, sosok Amal Fathullah Zarkasyi tampil sebagai salah satu penjaga penting bangunan akidah Islam di Indonesia.
Akademisi, cendekiawan Muslim, sekaligus pemimpin pesantren ini dikenal luas sebagai pakar Ilmu Kalam, filsafat Islam, dan perbandingan agama yang konsisten mengawal kemurnian tauhid di tengah perubahan zaman.
Lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 4 November 1949, Amal Fathullah Zarkasyi merupakan putra dari KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sejak kecil, ia telah ditempa dalam tradisi pendidikan pesantren yang kuat, berpadu dengan disiplin keilmuan modern yang kelak membentuk karakter intelektualnya.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Sekolah Rakyat Desa Gontor, lalu berlanjut ke SMP Muhammadiyah Jetis.
Pendidikan keislaman formal ia dalami di Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Gontor, tempat ia lulus pada 1969 dan mulai mengabdi sebagai pengajar sejak tahun yang sama.
Jenjang pendidikan tinggi ditempuhnya secara berkesinambungan.
Ia meraih gelar Bachelor of Arts (B.A.) dari Institut Pendidikan Darussalam Gontor pada 1973, lalu menyelesaikan studi Sarjana Perbandingan Agama di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 1978.
Kehausan intelektualnya membawanya ke Mesir, meraih gelar Magister Filsafat Islam dari Universitas Kairo pada 1987 dengan tesis berbahasa Arab yang mengkaji pemikiran Salafi di Indonesia.
Puncak akademiknya diraih pada 2006 saat menyelesaikan program doktoral di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, dengan disertasi tentang konsep tauhid Ibnu Taimiyah dan pengaruhnya terhadap kurikulum akidah di Gontor.
Sepanjang kariernya, Amal Fathullah Zarkasyi bukan hanya akademisi, tetapi juga arsitek kelembagaan pendidikan Islam.
Dia pernah menjabat Dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor, Pembantu Rektor ISID Gontor, hingga berperan aktif dalam transformasi ISID menjadi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kalam dan dipercaya menjadi Rektor pertama UNIDA Gontor hingga 2020.
Tonggak penting terjadi pada 2020, ketika dua pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor wafat secara beruntun.
Badan Wakaf Gontor kemudian menunjuk Amal Fathullah Zarkasyi sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, amanah besar yang menegaskan kepercayaan penuh atas kepemimpinan dan integritasnya.
Dalam pemikirannya, Amal Fathullah Zarkasyi menegaskan bahwa Ilmu Kalam bukan sekedar kajian historis, tetapi benteng utama akidah Islam dari keraguan, manipulasi, dan dekonstruksi pemikiran modern.
Dirinya mengkritik kecenderungan studi akidah kontemporer yang terlalu deskriptif historis hingga kehilangan fungsi pembelaan terhadap kebenaran agama.
Menurutnya, objek utama Ilmu Kalam harus kembali pada pengukuhan prinsip-prinsip fundamental Islam, seperti keesaan Tuhan, kenabian, dan hari pembalasan, tanpa mengabaikan kaidah syariat yang kerap dijadikan celah untuk meruntuhkan keimanan umat.
Ia menawarkan dua pendekatan utama dalam Ilmu Kalam modern, yakni metode filsafat dan metode ilmiah, yang keduanya harus dibangun di atas epistemologi Islam, bebas dari pengaruh skeptisisme, relativisme, pragmatisme, dan sekularisme.
Selain di ranah pemikiran, Amal Fathullah Zarkasyi juga berperan besar dalam pengembangan pendidikan pesantren mu’adalah, yaitu sistem pendidikan pesantren yang mengintegrasikan kurikulum agama dan umum.
Amal Fathullah Zarkasyi menjabat sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah, yang menjadi mitra strategis pemerintah pasca terbitnya UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Aktivitas intelektualnya menembus forum internasional, mulai dari Malaysia, Thailand, Yaman, Maroko, hingga Bosnia.
Gagasan-gagasannya juga terdokumentasi dalam sejumlah karya penting yang menjadi rujukan di bidang teologi dan filsafat Islam.
Dengan kiprah akademik, kepemimpinan pesantren, dan konsistensi pemikiran, Amal Fathullah Zarkasyi hadir sebagai figur sentral yang menjaga kesinambungan tradisi intelektual Islam, sekaligus menyiapkannya untuk menjawab tantangan zaman. (Red)































