Beranda Infotaiment Marbot Bojonegoro Sumringah, Bupati Wahono Cairkan Insentif Plus Beasiswa Sampai Kuliah

Marbot Bojonegoro Sumringah, Bupati Wahono Cairkan Insentif Plus Beasiswa Sampai Kuliah

BOJONEGORO – Angin segar berembus bagi ratusan pejuang rumah ibadah di Kabupaten Bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono resmi menyalurkan bantuan insentif sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi para marbot masjid dan pengurus gereja, Kamis (5/3/2026).

Berlokasi di Pendopo Malowopati, sebanyak 515 pelaku sosial keagamaan dari empat kecamatan di Bojonegoro berkumpul dalam agenda pembinaan yang penuh kehangatan.

Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan visi baru.

Ia ingin rumah ibadah, khususnya masjid di wilayah Bojonegoro, tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi.

“Tanpa tangan dingin Bapak dan Ibu sekalian, tempat ibadah tidak akan terurus dengan baik. Ke depan, saya ingin masjid juga punya nilai ekonomi. Jika ada lahan sisa, manfaatkan jadi kolam ikan. Bibitnya saya bantu! Hasilnya untuk kemakmuran masyarakat sekitar,” ujar Bupati Wahono.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, turut membongkar detail fasilitas “mewah” yang disiapkan Pemkab untuk para marbot yang selama ini sering terabaikan.

Selain insentif yang dijadwalkan cair dua bulan sekaligus pada Maret ini, Pemkab juga memberikan “sabuk pengaman” berupa, BPJS Ketenagakerjaan Gratis.

Proteksi penuh yang mencakup jaminan kematian dengan santunan ahli waris mencapai Rp42 juta.

Juga, beasiswa pendidikan anak, menanggung biaya sekolah dua anak, mulai dari tingkat SD hingga jenjang Perguruan Tinggi.

Kemudian, layanan kesehatan prioritas, fasilitas cek kesehatan gratis di Puskesmas tanpa dipungut biaya.

“Dulu marbot belum pernah masuk skema BPJS Ketenagakerjaan. Baru setahun terakhir di bawah kepemimpinan Bupati Wahono hal ini direalisasikan. Ini bentuk kehadiran negara untuk kesejahteraan mereka,” tegas Nurul Azizah.

Gebrakan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Bojonegoro ingin memastikan para penjaga rumah Tuhan tidak hanya mendapatkan pahala di akhirat, tetapi juga kesejahteraan yang layak di dunia. (mia)