Beranda Infotaiment Makan 12 Anggur di Bawah Meja Saat Tahun Baru Apakah Mitos

Makan 12 Anggur di Bawah Meja Saat Tahun Baru Apakah Mitos

KLIK INDONESIA  – Pergantian tahun selalu identik dengan harapan baru. Banyak orang memanfaatkan momen malam tahun baru untuk melakukan berbagai tradisi dan ritual yang diyakini bisa membawa keberuntungan, kelancaran hidup, hingga jodoh di tahun mendatang.

Salah satu tradisi yang belakangan viral dan ramai diperbincangkan di media sosial adalah makan 12 anggur di bawah meja saat malam tahun baru.

Ritual unik ini dipercaya mampu menarik energi positif, keberuntungan, bahkan memperbesar peluang mendapatkan pasangan.

Tradisi tersebut semakin populer karena dianggap sederhana namun sarat makna, terutama bagi mereka yang berharap perubahan besar dalam hidup di tahun yang baru.

Melansir berbagai sumber internasional, termasuk People, tradisi makan 12 anggur di malam tahun baru sebenarnya bukan hal baru.

Setiap buah anggur melambangkan 12 bulan dalam satu tahun, yang masing-masing diiringi doa dan harapan baik.

Tradisi ini dikenal dengan sebutan “Las doce uvas de la suerte” atau 12 anggur keberuntungan.

Anggur sendiri dipercaya sebagai simbol kelimpahan, rezeki, dan energi positif.

Sementara itu, posisi di bawah meja dimaknai sebagai bentuk perlindungan dan pengharapan agar doa-doa yang dipanjatkan terjaga dari hal buruk sepanjang tahun.

Dalam praktik tradisionalnya, anggur dimakan satu per satu mengikuti dentang jam yang menandai pergantian tahun.

Setiap bunyi jam mewakili satu bulan di tahun yang akan datang.

Jika seseorang berhasil menghabiskan 12 anggur dalam waktu satu menit, maka diyakini keberuntungan, kesuksesan, asmara yang harmonis, serta energi positif akan menyertai sepanjang tahun.

Sebaliknya, kegagalan menghabiskan semua anggur dipercaya sebagai pertanda bahwa tahun depan tidak akan berjalan seberuntung yang diharapkan.

Namun, aturan ini juga menuai perhatian karena berisiko menyebabkan tersedak.

Banyak orang kini memilih versi yang lebih aman, yakni menikmati anggur tanpa terpaku pada hitungan waktu, sembari tetap memanjatkan harapan pada setiap buah yang dimakan.

Berdasarkan catatan NPR, tradisi ini pertama kali muncul di Madrid, Spanyol, sekitar tahun 1880-an.

Saat itu, masyarakat memanfaatkan surplus hasil panen anggur dengan memakannya pada malam pergantian tahun, bersamaan dengan minum sampanye.

Seiring waktu, kebiasaan tersebut berkembang menjadi simbol keberuntungan dan menyebar ke berbagai negara di Amerika Latin.

Kini, tradisi makan 12 anggur di bawah meja kembali mencuri perhatian publik setelah viral di media sosial dan menjadi tren global setiap malam tahun baru. (Red)