BOJONEGORO – Suasana Lebaran yang penuh kehangatan dan kebersamaan sering dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, termasuk bertemu bayi dan anak-anak.
Namun di balik momen bahagia tersebut, masyarakat diminta untuk lebih waspada saat berinteraksi dengan bayi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mencium atau mencubit bayi saat bersilaturahmi.
Himbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Rury Dewi.
Menurutnya, tindakan yang kerap dianggap sebagai bentuk kasih sayang itu justru berisiko membahayakan kesehatan bayi.
Pasalnya, sistem kekebalan tubuh bayi masih dalam tahap perkembangan sehingga sangat rentan terhadap paparan virus dan bakteri.
“Kontak langsung seperti mencium atau mencubit bayi sebaiknya dihindari. Selain berpotensi menularkan penyakit, hal tersebut juga bisa membuat bayi tidak nyaman,” jelasnya.
Ia menegaskan, kulit bayi yang masih sensitif juga mudah mengalami iritasi akibat sentuhan berlebihan.
Bahkan, interaksi yang tidak tepat dapat memicu bayi menjadi rewel hingga stres.
Tak hanya itu, sejumlah penyakit menular perlu diwaspadai selama momen Lebaran.
Di antaranya batuk rejan, herpes, difteri, cacar air (varicella), hingga gondongan (parotitis).
Penyakit-penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung maupun droplet.
Melalui imbauan ini, Dinas Kesehatan mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam menunjukkan kasih sayang kepada bayi, tanpa harus melakukan kontak fisik yang berisiko.
“Silaturahmi tetap bisa berjalan hangat tanpa harus menyentuh atau mencium bayi. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan mereka,” tambahnya.
Selain itu, orang tua juga diminta lebih waspada apabila bayi menunjukkan tanda-tanda sakit saat Lebaran.
Segera konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Beberapa langkah sederhana juga bisa dilakukan, seperti memastikan bayi tetap mendapatkan asupan ASI atau susu yang cukup, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari membawa bayi ke tempat ramai untuk sementara waktu.
Dengan langkah pencegahan ini, diharapkan momen Lebaran tetap menjadi waktu yang membahagiakan tanpa mengorbankan kesehatan si kecil. (mia)
































