BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dengan menggencarkan penggunaan pupuk organik.
Pada tahun 2026, Kabupaten Bojonegoro mendapatkan alokasi bantuan pupuk organik yang cukup besar, yakni 13.948 ton.
Bantuan ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas lahan pertanian sekaligus menekan biaya produksi petani.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa edukasi kepada petani mengenai pentingnya pupuk organik menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi lahan pertanian di sejumlah wilayah Bojonegoro mulai mengalami kejenuhan akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus selama bertahun-tahun.
“Kami tidak ingin petani hanya mengejar hasil panen tinggi dalam jangka pendek, tetapi mengabaikan kondisi tanah. Pupuk organik berperan besar dalam memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah agar tetap subur dan produktif,” jelas Zaenal.
Ia menambahkan, pupuk organik memiliki kemampuan meningkatkan kegemburan tanah dan daya serap air.
Dengan kondisi tanah yang lebih sehat, tanaman akan tumbuh lebih optimal dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Zaenal Fanani juga menjelaskan bahwa 13.948 ton pupuk organik tersebut akan disalurkan secara bertahap kepada kelompok tani (Poktan) yang telah terdaftar dan memenuhi persyaratan teknis.
Penyaluran dilakukan secara terukur agar tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan oleh petani.
“Dengan tambahan alokasi pupuk organik ini, kami berharap beban biaya produksi petani bisa ditekan. Selain itu, hasil pertanian yang dihasilkan juga memiliki nilai jual lebih tinggi karena cenderung lebih sehat dan memiliki daya simpan yang lebih lama,” terangnya.
Penggunaan pupuk organik dinilai membawa berbagai manfaat strategis bagi masa depan pertanian Bojonegoro.
Selain ramah lingkungan, pupuk organik mampu menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya cenderung fluktuatif.
Adapun manfaat utama penggunaan pupuk organik antara lain, memperbaiki tekstur dan struktur tanah agar lebih gembur.
Menjaga pH tanah tetap dalam kondisi optimal, meningkatkan populasi bakteri baik yang dibutuhkan tanah, menjaga kelembaban tanah dalam jangka panjang, meningkatkan efektivitas pemupukan sehingga penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi.
DKPP Bojonegoro pun mengajak seluruh petani untuk mulai beralih secara bertahap ke pola pemupukan berimbang, dengan mengombinasikan pupuk organik dan pupuk anorganik sesuai kebutuhan tanaman.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan sarana produksi pertanian. Tujuan akhirnya adalah menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Bojonegoro secara berkelanjutan,” pungkas Zaenal. (mia)































