BLITAR – Penegakan hukum di wilayah Polres Blitar Kota kini tengah mengalami ujian berat, pasalnya dugaan praktik judi sabung ayam yang berlangsung secara vulgar di Dusun Sawahan, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, kian memantik amarah publik.
Aktivitas ilegal yang disebut-sebut rutin digelar ini seolah menantang nyali aparat kepolisian setempat.
Berdasarkan investigasi di lapangan, arena perjudian ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Setiap hari Rabu, Sabtu, dan Minggu, kawasan permukiman warga mendadak berubah menjadi pusat kerumunan kendaraan dari berbagai daerah yang mengadu nasib lewat taruhan ayam.
Aroma kebal hukum tercium menyengat dari lokasi ini, AL warga setempat yang dirundung rasa cemas membocorkan bahwa aktivitas tersebut diduga kuat dikendalikan oleh sosok yang dikenal dengan panggilan “Tonyok”.
Lokasi arena yang menempel langsung dengan rumah penduduk membuat kenyamanan warga terusik setiap pekan.
“Kalau hari jadwalnya main, suasananya sudah seperti pasar malam. Kendaraan keluar-masuk terus. Kami warga kecil hanya bisa khawatir kalau ada keributan, kami yang kena imbasnya,” keluhannya, Jumat (19/12/2025).
Jika merujuk pada hukum positif di Indonesia, aktivitas ini jelas-jelas menabrak Pasal 303 KUHP.
Para penyedia tempat maupun pemain terancam hukuman penjara hingga 10 tahun.
Namun sayangnya, di Klampok, aturan tersebut tampaknya hanya menjadi “macan kertas” yang tidak menakuti para penjudi.
Minimnya tindakan nyata dari Polsek Sananwetan maupun Satreskrim Polres Blitar Kota memicu opini negatif di masyarakat.
Publik mulai bertanya-tanya, apakah ada kekuatan besar di balik sosok Tonyok sehingga arena tersebut tak tersentuh.
Keresahan warga kini telah mencapai titik jenuh, masyarakat mendesak Kapolres Blitar Kota untuk segera menginstruksikan jajarannya melakukan penggerebekan dan penutupan permanen.
“Jangan sampai muncul kesan di masyarakat kalau kegiatan haram ini memang sengaja dibiarkan berlarut-larut. Kami butuh ketegasan, bukan hanya patroli lewat,” tegas warga lain yang identitasnya minta dirahasiakan faktor keselamatan.
Aparat ditantang untuk segera membersihkan wilayah Sananwetan dari praktik perjudian guna memulihkan kepercayaan publik yang kini berada di ambang keraguan.
Jika arena di Sawahan tetap berdiri kokoh, maka cap “gagal total” dalam memberantas penyakit masyarakat sulit untuk dihindari. (id)
































