BOJONEGORO – Kawasan Jalan Panglima Polim, Kecamatan Bojonegoro, kini tampil lebih rapi, modern, dan nyaman.
Sebagai salah satu koridor pendidikan dengan banyaknya gedung sekolah, ruas jalan di Bojonegoro ini resmi bertransformasi menjadi area ramah pejalan kaki setelah rampungnya proyek pembangunan saluran drainase dan trotoar.
Pembangunan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menjadi solusi atas persoalan genangan air yang kerap muncul saat hujan deras mengguyur wilayah perkotaan Bojonegoro.
Rehabilitasi Jalan Panglima Polim Bojonegoro tidak hanya menyasar trotoar semata.
Proyek ini mencakup perbaikan dan normalisasi saluran drainase, rehabilitasi trotoar agar lebih lebar dan aman, pemasangan lampu penerangan jalan, revitalisasi dan penanaman kembali pohon di sepanjang jalur.
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) DPKPCK Bojonegoro, Zunaedi, menjelaskan bahwa jenis tanaman yang dipilih bukan tanpa pertimbangan.
“Untuk jenis pohon yang ditanam sepanjang Jalan Panglima Polim adalah pohon pule,” ujarnya.
Pemilihan pohon pule dinilai cocok untuk kawasan perkotaan karena mampu memberikan keteduhan sekaligus mempercantik estetika lingkungan.
Tak berhenti pada pembenahan trotoar dan drainase, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mengambil langkah cepat untuk mengatasi potensi genangan air dengan memasang dua pompa air permanen.
Pompa tersebut ditempatkan di depan Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Pattimura No. 1A, Sumbang, depan SMP Islam, Jalan Panglima Polim No. 38, Sumbang.
Pemasangan pompa ini menjadi bagian dari strategi integrasi sistem drainase perkotaan.
Pompa berfungsi sebagai alat bantu mekanis untuk mempercepat penyedotan dan pembuangan air menuju sungai atau saluran utama, terutama saat debit air meningkat drastis.
Dengan penataan menyeluruh ini, Jalan Panglima Polim diharapkan menjadi contoh penataan kawasan perkotaan yang humanis, mendukung aktivitas pendidikan, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat Bojonegoro.
Transformasi ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang tertata, adaptif, dan berkelanjutan. (mia)































