BOJONEGORO — Kondisi Jalan Nasional Bojonegoro–Babat kian memprihatinkan. Kerusakan parah terlihat di sejumlah titik, terutama mulai Desa Ngemplak hingga Pasar Baureno, dengan titik terburuk berada di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Dalam beberapa minggu terakhir, jalan berlubang, aspal mengelupas, serta gundukan bercampur kerikil kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat terpeleset, bahkan satu korban disebut meninggal dunia.
Keluhan warga dan pengguna jalan ramai disuarakan di media sosial.
Di grup Facebook “Kabar Baureno”, puluhan akun menyampaikan keresahan sekaligus mendesak pemerintah dan dinas terkait agar segera turun tangan.
Tak sedikit warganet yang mengaku takut melintasi jalur tersebut, terutama saat hujan dan malam hari.
Bahkan, muncul poster protes bertuliskan “Hati-hati Jalan Baureno Rusak, Butuh Perhatian dari Pemerintah” yang beredar luas di Facebook.
Poster tersebut menjadi simbol kekecewaan warga terhadap kondisi jalan nasional yang dinilai kurang mendapat perhatian serius.
Tak hanya berhenti di media sosial, sebagian warga juga menyerukan aksi nyata.
Ada wacana mengajak masyarakat mendatangi rumah anggota DPRD dari wilayah Baureno untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut percepatan perbaikan jalan.
Salah satu pengguna jalan, Arifin, warga Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, mengaku hampir setiap hari melintasi jalur tersebut.
Ia menyebut kerusakan jalan sudah sangat membahayakan pengendara motor.
“Waduh, jalan ini parah sekali. Dari Telon Were ke barat banyak lubang, terutama di Dusun Jambu sampai Telon Ngemplak. Kalau ke arah timur yang paling parah itu mulai Tertek Kembar, Sraturejo sampai Pasar Baureno. Banyak gundukan, kerikil, dan lubang. Berkendara harus benar-benar waspada, apalagi kalau hujan atau malam hari,” ungkap Arifin, Minggu (25/01/2026).
Dia berharap dinas terkait segera melakukan pembenahan serius, bukan hanya tambal sulam.
Menurutnya, kualitas perbaikan selama ini dinilai kurang maksimal, karena setelah ditambal beberapa hari kemudian mengelupas lagi.
“Kami berharap pengaduan jalan 24 jam yang pernah dijanjikan Gubernur Jawa Timur Khofifah benar-benar berjalan. Kalau nambal aspal, ojo asal nambal, jangan seperti dolanan. Perhatikan kualitasnya. Kami ini bayar pajak dan sangat kecewa dengan kondisi jalan seperti ini,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan konkret agar tidak ada lagi korban jiwa akibat buruknya kondisi jalan nasional Bojonegoro–Babat. (mia)
































