Beranda Infotaiment Jalan Longsor di Modo Lamongan Diperbaiki, Babinsa Turun Tangan Pimpin Gotong Royong

Jalan Longsor di Modo Lamongan Diperbaiki, Babinsa Turun Tangan Pimpin Gotong Royong

LAMONGAN – Semangat gotong royong kembali menggema di Dusun Samben, Desa Njegreg, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Jalan desa yang longsor akibat hujan deras langsung mendapat penanganan cepat dari Babinsa Koramil 0812/12 Modo, Sertu Suryono, bersama Bhabinkamtibmas, unsur Muspika, dan puluhan warga, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan Karya Bakti ini menjadi bukti kuatnya hubungan TNI dengan masyarakat, sekaligus bentuk nyata aksi tanggap bencana di tingkat desa. Sejak pagi, warga bahu-membahu memperbaiki badan jalan yang tergerus air hingga mengganggu akses transportasi.

Dalam proses perbaikan, tim memilih metode sederhana namun efektif, pemasangan anyaman bambu sebagai penahan lereng. Teknik tradisional ini digunakan untuk menguatkan struktur tanah dan mencegah longsor susulan.

Pilihan tersebut dinilai tepat karena bahannya mudah didapat, prosesnya cepat diterapkan, dan sudah terbukti handal dalam kondisi darurat di daerah pedesaan.

Setelah fondasi bambu terpasang, jalan yang amblas ditimbun menggunakan pedel (batu dan kerikil) secara bertahap. Warga dan petugas bekerja bersama memadatkan material agar permukaan jalan kembali kuat, stabil, dan aman dilalui kendaraan.

Sertu Suryono menegaskan bahwa keberadaan Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan kewajiban kedinasan, melainkan panggilan moral.

“Kami ingin akses warga kembali normal secepat mungkin. Sinergi antara TNI, Muspika, dan warga adalah kekuatan utama dalam penanganan darurat ini,” ujarnya. Ia juga menyebut penggunaan anyaman bambu sebagai bentuk kearifan lokal yang efektif.

Perwakilan Muspika Kecamatan Modo menyampaikan apresiasi kepada Babinsa dan warga yang cepat merespons situasi. Kolaborasi ini dinilai sebagai contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bergerak cepat mengatasi persoalan infrastruktur tanpa harus menunggu bantuan besar dari luar.

Usai perbaikan rampung, jalur desa kembali bisa dilalui dengan aman. Mobilitas warga meningkat, distribusi barang kembali berjalan, dan aktivitas ekonomi masyarakat bergerak seperti sedia kala.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan utama desa, terutama saat menghadapi bencana alam. (epr)