LAMONGAN – Sore Ramadan yang biasanya riuh dengan aktivitas berburu takjil di pusat Kota Lamongan mendadak berubah sunyi, Senin (2/3/2026).
Hujan deras yang mengguyur sejak sekitar pukul 15.30 WIB membuat deretan pedagang memilih menunda membuka lapak.
Pantauan di sepanjang Jalan Lamongrejo hingga kawasan Alun-Alun Lamongan, tepatnya di sekitar Jalan KH Hasyim Asy’ari, Kelurahan Tumenggungan, suasana tampak berbeda dari biasanya.
Terpal masih terlipat, gerobak tertutup rapat, dan sejumlah pedagang terlihat berteduh di emperan toko menunggu hujan mereda.
Padahal, jam-jam tersebut biasanya menjadi momen paling sibuk bagi pedagang musiman yang mengandalkan penjualan kolak, es buah, gorengan, hingga lauk siap saji untuk berbuka puasa.
Omzet Terancam Turun
Siti Aminah (43), pedagang takjil asal Kelurahan Jetis, mengaku cuaca ekstrem sangat memengaruhi penjualan.
Ia biasanya mulai membuka lapak sekitar pukul 16.00 WIB, namun hujan deras membuatnya berpikir ulang.
“Kalau hujan begini, pembeli jarang keluar rumah. Takut makanan kena air dan tidak habis terjual,” ujarnya saat ditemui di sekitar Alun-Alun Lamongan.
Hal serupa disampaikan Ahmad Fauzi (38), pedagang gorengan di Jalan Basuki Rahmat.
Menurutnya, bulan Ramadan adalah momen emas untuk meraup penghasilan tambahan, sehingga cuaca menjadi faktor penentu besar kecilnya omzet.
“Kalau cerah, pembeli bisa dua kali lipat. Sekarang masih menunggu reda dulu, semoga sebelum Magrib hujan berhenti,” katanya penuh harap.
Tak hanya pedagang, warga yang biasanya memadati kawasan kuliner untuk ngabuburit pun terlihat minim.
Kendaraan yang melintas jauh lebih sedikit dibanding sore-sore sebelumnya.
Rudi Hartono (45), warga sekitar, menyebut hujan turun hampir merata di wilayah kota sejak sore hari.
“Mendung tebal dari siang, lalu hujan deras. Mungkin itu yang membuat pedagang dan pembeli sama-sama menahan diri,” tuturnya.
Meski demikian, semangat para pedagang tak luntur. Beberapa tetap bersiap membuka lapak begitu intensitas hujan mulai menurun.
Bagi mereka, setiap hari di bulan suci adalah kesempatan penting untuk menambah pemasukan demi kebutuhan keluarga.
Hujan sore itu seakan menjadi ujian kecil bagi roda ekonomi masyarakat. Namun optimisme tetap terjaga.
Mereka percaya, setelah hujan reda, denyut aktivitas dan keramaian Kota Lamongan akan kembali hidup menjelang waktu berbuka. (epr)
































