Beranda Nasional Gus Ipul Bongkar Tujuan Sekolah Rakyat Presiden Prabowo di Bojonegoro

Gus Ipul Bongkar Tujuan Sekolah Rakyat Presiden Prabowo di Bojonegoro

BOJONEGORO – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf atau yang biasa akrab disapa Gus Ipul membeberkan tujuan besar di balik program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni pembangunan Sekolah Rakyat bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Sosialisasi DTSEN dan Pilar-Pilar Sosial di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk wong cilik, masyarakat dengan kondisi ekonomi terbawah yang selama ini berada di pinggiran pembangunan nasional.

“Tujuan pertama kami adalah memuliakan wong cilik,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekedar fasilitas pendidikan, melainkan bentuk penghormatan negara kepada rakyat kecil melalui layanan pendidikan unggulan dan perlakuan yang setara.

“Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka setara, mereka berdaya, dan semuanya difasilitasi oleh negara,” katanya.

Tujuan kedua dari Sekolah Rakyat, lanjut Gus Ipul, adalah menjangkau masyarakat paling bawah, terutama mereka yang belum tersentuh pembangunan dan tidak mampu bersaing dalam sistem pendidikan konvensional.

“Sekolah rakyat hadir untuk mereka yang tertinggal, yang selama ini tidak ikut arus pembangunan,” jelasnya.

Dia menyebut, banyak anak dari keluarga miskin yang sebenarnya memiliki potensi, namun terhenti karena keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan.

Lebih jauh, Gus Ipul menilai Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak kurang mampu agar dapat mengubah nasibnya.

“Sekolah rakyat menumbuhkan asa, mengubah mimpi yang sebelumnya terasa mustahil,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, melalui program ini akan lahir generasi baru yang tidak harus mengalami nasib yang sama seperti orang tuanya.

“Inilah yang kami sebut melahirkan pemungkin-pemungkin baru,” imbuhnya.

Gus Ipul mengakui hasil dari program Sekolah Rakyat tidak bisa dilihat secara instan karena membutuhkan proses panjang.

Namun ia optimistis dampaknya akan besar bagi masa depan bangsa.

“Pak Presiden fokus pada hulunya, bukan hanya hilirnya,” jelasnya.

Dia meyakini anak-anak Sekolah Rakyat kelak akan tumbuh menjadi pribadi mandiri dan lebih baik.

Dalam pelaksanaannya, Gus Ipul menegaskan seleksi siswa Sekolah Rakyat dilakukan ketat.

Jika ditemukan anak dari keluarga yang tidak memenuhi kriteria, maka hal itu menjadi temuan serius.

“Yang paling bertanggung jawab pertama adalah pendamping. Maka komunikasi dengan kepala desa harus dilakukan sebelum diajukan,” tegasnya.

Seluruh siswa Sekolah Rakyat juga wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan sejak awal, serta mendapat pendampingan menyeluruh sebagai bagian dari program pemberdayaan presiden.

Sekolah Rakyat memberikan fasilitas lengkap bagi siswa, mulai dari seragam sekolah lengkap, makan tiga kali sehari, pendampingan keterampilan dan vokasi, akses beasiswa lanjutan, hingga satu laptop untuk setiap siswa.

Gus Ipul menyebut, kurikulum Sekolah Rakyat juga diarahkan pada penguasaan keterampilan masa depan seperti engineering, matematika, hingga bahasa asing.

Ke depan, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan sedikitnya 500 Sekolah Rakyat dengan gedung permanen di seluruh Indonesia.

Untuk Bojonegoro, saat ini Sekolah Rakyat masih menggunakan gedung sementara sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen oleh pemerintah pusat melalui APBN.

“Ini adalah konsep Presiden. Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai kemiskinan,” pungkas Gus Ipul. (Pro/Mia)