Beranda Infotaiment Gratis, Petani Bojonegoro Bisa Pinjam Alsintan Modern

Gratis, Petani Bojonegoro Bisa Pinjam Alsintan Modern

BOJONEGORO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat dukungan bagi sektor pertanian dengan membuka akses peminjaman Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) secara gratis.

Program ini dirancang untuk memudahkan petani meningkatkan produktivitas tanpa terbebani biaya sewa maupun prosedur yang berbelit.

Berbagai alsintan modern disiapkan untuk mendukung proses tanam hingga panen, mulai dari Traktor Roda 4, Combine Harvester (combi), hingga drone sprayer.

Seluruhnya dapat dimanfaatkan petani maupun kelompok tani dengan mekanisme yang transparan dan mudah.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa program peminjaman alsintan ini tidak dipungut biaya apa pun.

“Petani atau kelompok tani cukup mengajukan surat permohonan resmi ke DKPP. Setelah itu, tim kami akan melakukan verifikasi dan survei lapangan,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan, proses peminjaman sengaja dibuat sederhana agar petani tidak terbebani urusan administrasi.

Fokus utama DKPP adalah memastikan alsintan benar-benar digunakan oleh petani yang membutuhkan dan tersedia tepat pada waktu pengolahan lahan.

Adapun tahapan yang harus dipenuhi pemohon meliputi pengajuan surat permohonan kepada DKPP Bojonegoro, dilanjutkan verifikasi dokumen administrasi.

Salah satu syaratnya adalah melampirkan fotokopi KTP ketua Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Setelah administrasi dinyatakan lengkap, tim DKPP akan melakukan survei kebutuhan di lapangan.

Survei ini bertujuan menyesuaikan jenis alsintan dengan luas lahan serta kebutuhan riil petani.

DKPP menetapkan masa peminjaman standar selama 20 hari.

Namun, bagi wilayah dengan lahan luas atau kebutuhan khusus, pemerintah membuka ruang fleksibilitas.

Kelompok tani dapat mengajukan perpanjangan waktu apabila masa pinjam dinilai belum mencukupi.

Meski layanan peminjaman alsintan bersifat gratis, terdapat beberapa komponen yang menjadi tanggung jawab peminjam.

Di antaranya adalah pengambilan dan pengembalian alat ke gudang DKPP, penyediaan bahan bakar selama operasional, serta menyiapkan tenaga operator.

“Untuk logistik, bahan bakar, dan operator menjadi tanggung jawab peminjam. Namun jika kelompok tani belum memiliki operator, DKPP siap membantu dengan menyiapkan petani yang telah mengikuti pelatihan,” tambah Zaenal.

Melalui pemanfaatan teknologi pertanian secara optimal, DKPP Bojonegoro berharap produktivitas pertanian dapat meningkat signifikan.

Sinergi antara pemerintah dan petani ini diharapkan mampu mendorong swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bojonegoro. (mia)