BOJONEGORO — Curah hujan tinggi yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro kembali memicu genangan air di sejumlah titik perkotaan. Untuk memastikan aktivitas warga tetap berjalan lancar, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) bergerak cepat dengan menyiagakan sembilan unit pompa air.
Pompa yang disiapkan terdiri dari delapan unit berkapasitas 50 liter per detik serta satu unit berkapasitas 80 liter per detik, baik jenis portable maupun semi permanen.
Upaya ini terbukti efektif mempercepat surutnya genangan, terutama di ruas jalan yang rawan tergenang saat hujan deras.
Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elizabeth, menjelaskan bahwa genangan di kawasan perkotaan tidak hanya dipicu oleh tingginya curah hujan, tetapi juga oleh sedimentasi saluran drainase yang menghambat aliran air.
“Genangan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya sedimentasi. Karena itu kami berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya untuk melakukan pembersihan sedimen drainase agar aliran air dari hulu menuju kali apur hingga Bengawan Solo bisa lancar,” jelas Helmy, Selasa (16/12/2025).
Selain pembersihan drainase, PU SDA juga melakukan pemompaan aktif agar sistem drainase tetap berfungsi optimal saat hujan intensitas tinggi mengguyur Bojonegoro.
Tak hanya menurunkan tinggi muka air, PU SDA menargetkan durasi genangan bisa dipersingkat, sehingga tidak mengganggu mobilitas dan aktivitas masyarakat.
“Saat terjadi genangan di Jalan Patimura dan Jalan Panglima Sudirman, kami menyiapkan pompa portable. Pompa kami titipkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta di gang irigasi kami tempatkan di rumah warga agar petugas mudah melakukan penanganan,” terangnya.
Sementara itu, untuk kawasan Jalan Mastrip, PU SDA telah menyiapkan pompa permanen yang ditempatkan di Gang Hartono, sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
Sebagai upaya berkelanjutan, pada tahun anggaran 2026, Dinas PU SDA Bojonegoro merencanakan penambahan tiga unit pompa baru dengan kapasitas lebih besar, yakni 100 liter per detik.
Pompa tersebut akan dipasang secara permanen dan semi permanen di Jalan Patimura, Gang Irigasi, dan Gang Thohir.
Khusus untuk Gang Thohir, pompa akan ditempatkan di area halaman rumah dinas Wakil Bupati Bojonegoro.
Helmy memastikan pemasangan ini telah mendapat izin dan tidak akan mengganggu aktivitas warga sekitar.
“Pemasangan pompa di Gang Thohir sudah seizin Ibu Wakil Bupati dan kami pastikan tidak menghambat akses maupun aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Helmy juga mencontohkan penanganan cepat yang dilakukan saat hujan deras melanda Bojonegoro pada Senin (8/12/2025). Hujan yang turun sekitar pukul 15.30 WIB sempat menyebabkan genangan di Jalan Panglima Sudirman.
“Pompa langsung kami operasikan pada pukul 15.49 WIB. Berdasarkan laporan lapangan, genangan mulai surut sekitar pukul 16.20 WIB dan benar-benar surut seluruhnya pada pukul 16.35 WIB,” paparnya.
Dengan demikian, waktu penanganan genangan hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit, yang menunjukkan kesiapsiagaan dan efektivitas pompa yang disiagakan PU SDA.
Untuk menjaga respon cepat, setiap hari lima personel PU SDA selalu disiagakan di lapangan, bahkan saat tidak terjadi hujan.
Dalam penanganan genangan, PU SDA juga berkolaborasi dengan BPBD Bojonegoro serta Dinas PU Cipta Karya, yang turut menerjunkan tim khusus.
“Koordinasi lintas perangkat daerah terus kami perkuat agar penanganan genangan air di Bojonegoro bisa dilakukan secara cepat, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Helmy. (Mia)































