LAMONGAN – Malang tak dapat ditolak, nasib tragis menimpa Taselem, seorang petani asal Dusun Suwalan, Desa Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.
Pria paruh baya itu ditemukan tewas di tengah sawah miliknya setelah tersengat listrik dari jebakan tikus rakitan, Sabtu (11/10/2024).
Peristiwa mengenaskan ini sontak mengguncang warga desa yang mengenal korban sebagai sosok rajin dan sederhana.
Pagi harinya, korban masih terlihat seperti biasa mengayuh sepeda ontel menuju sawah, membawa alat semprot untuk merawat padi yang mulai menguning. Tak ada yang menyangka, itulah perjalanan terakhirnya.
Sekitar pukul 15.30 WIB, Kepala Desa Blumbang, Sujiono, S.E., melaporkan ke Polsek Maduran bahwa salah satu warganya ditemukan tak bernyawa di area persawahan.
Menurut kesaksian Nurkholik, warga sekitar, korban sempat terlihat masuk ke sawah sekitar pukul 13.00 WIB. Tak lama kemudian, dia mendengar kabar bahwa ada kabel beraliran listrik aktif di area sawah tersebut. Saat ia mengecek, sepeda ontel korban tergeletak di tepi pematang.
“Saya langsung curiga, dan benar, korban sudah tergeletak terlentang dengan tangan masih menggenggam kawat jebakan listrik,” tutur Nurkholik.
Petugas Polsek Maduran di bawah pimpinan AKP Bambang Siswoyo, S.H., bersama tim medis Puskesmas Maduran dan perangkat desa, segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.
Hasil pemeriksaan sementara memastikan korban meninggal akibat sengatan listrik dari jebakan tikus yang dipasang di sawahnya sendiri.
Jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Maduran untuk keperluan visum dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Dirinya menegaskan bahwa praktik penggunaan listrik untuk jebakan tikus merupakan tindakan ilegal dan sangat berbahaya.
“Kami imbau seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik untuk membasmi tikus. Ini bukan hanya melanggar hukum, tapi juga mengancam keselamatan diri dan orang lain,” ujar Kapolsek.
Pihaknya berkomitmen memperkuat sosialisasi bahaya jebakan listrik di area pertanian, sekaligus mendorong petani beralih ke metode pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan.
“Jangan sampai niat melindungi hasil panen justru berakhir dengan kehilangan nyawa,” tegasnya. (Bup)
































