MADIUN, KLIKINDONESIA — Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanikan) Kabupaten Madiun – Jawa Timur menggelar Forum Komunikasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tahun 2025 sebagai langkah memperkuat kelembagaan petani di tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Srititi, Desa Wayut, Kamis (20/11/2025), menjadi ruang strategis bagi pemerintah dan Gapoktan untuk menyamakan persepsi terkait arah pembangunan pertanian tahun mendatang.
Dalam forum tersebut, Distanikan mengajak seluruh Gapoktan berdiskusi terbuka mengenai berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keberlanjutan produksi, kualitas kelembagaan, hingga kesiapan SDM pertanian dalam menghadapi dinamika kebutuhan pangan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Zainul Arifin, menyoroti pentingnya peran kelembagaan tani sebagai fondasi keberhasilan program. “Kami memastikan distribusi pupuk bersubsidi dan bantuan alat pertanian semakin tepat sasaran. Kuncinya ada pada kekuatan organisasi Gapoktan,” Tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM, Sepi Imam Rofei, menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama Distanikan. “Kami menghimpun seluruh masukan dan kebutuhan Gapoktan. Semua akan kami sinkronkan dengan program OPD terkait agar pelayanan lebih efektif dan kelompok tani semakin mandiri,” Ujarnya.
Menurutnya, penguatan peran KWT, petani milenial, dan Gapoktan sangat penting untuk mempercepat transformasi pertanian menuju era Indonesia Emas 2025–2045,Hal tersebut mendukung program dari Presiden dan bupati Madiun. Pendampingan penyuluh di tingkat desa juga disiapkan semakin intensif.
Distanikan berharap forum ini mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan sehingga program pertanian tahun anggaran 2025 dapat berjalan lebih efektif, berdaya guna, dan memberikan dampak nyata bagi petani serta masyarakat. (Arita)































