Beranda Infotaiment Cuaca Bojonegoro Hari Ini Berawan, Waspada Banjir dan Longsor

Cuaca Bojonegoro Hari Ini Berawan, Waspada Banjir dan Longsor

BOJONEGORO — Cuaca di Kabupaten Bojonegoro pada Selasa, 31 Maret 2026 diperkirakan cenderung stabil dengan dominasi kondisi berawan sepanjang hari.

Meski begitu, masyarakat Bojonegoro tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya di wilayah rawan.

Berdasarkan prakiraan dari BMKG yang dirilis melalui BPBD Bojonegoro, kondisi cuaca sejak pagi hingga dini hari tidak mengalami perubahan signifikan.

Pada pagi hari, cuaca Bojonegoro diprediksi berawan dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius.

Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan relatif ringan, disertai kelembapan udara cukup tinggi mencapai 87 persen.

Memasuki siang hari, suhu meningkat hingga 30 derajat Celsius.

Meski tetap berawan, arah angin bergeser ke timur laut dengan kecepatan yang sedikit lebih kencang dibanding pagi hari.

Sementara pada malam hingga dini hari, suhu kembali turun ke kisaran 25 derajat Celsius.

Kondisi cuaca Bojonegoro masih didominasi awan dengan kelembapan udara tinggi, bahkan menyentuh lebih dari 90 persen pada malam hari.

Hasil pemantauan visual menunjukkan kondisi cuaca di berbagai wilayah Bojonegoro relatif merata.

Kawasan Kota Bojonegoro terpantau cerah berawan, sedangkan wilayah selatan, timur, dan barat didominasi cuaca berawan.

Di tengah kondisi cuaca yang tampak stabil, BPBD Bojonegoro mencatat adanya kejadian bencana berupa banjir luapan dan tanah longsor di Kecamatan Sekar.

Masyarakat di wilayah tersebut dihimbau untuk tetap siaga, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.

Sementara itu, hasil pemantauan debit air Sungai Bengawan Solo menunjukkan kondisi masih dalam batas aman.

Tinggi muka air (TMA) tercatat di angka 10,40 meter dengan status normal dan tren cenderung menurun.

Meski demikian, warga yang tinggal di bantaran sungai tetap diminta tidak lengah dan terus memantau perkembangan kondisi air.

BPBD Bojonegoro mengingatkan bahwa cuaca berawan bukan berarti tanpa risiko.

Tingginya kelembapan udara dapat memicu hujan lokal secara tiba-tiba yang berpotensi menimbulkan bencana.

Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana. (mia)