BOJONEGORO – Guna mencegah maraknya aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat, jajaran Polsek Kedungadem Polres Bojonegoro mengintensifkan patroli malam hingga dini hari di sejumlah titik rawan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa malam (06/01/2026) dengan menyasar ruas jalan yang sering dijadikan arena balap motor ilegal oleh para pemuda.
Patroli dilakukan secara mobile dan stasioner di wilayah hukum Polsek Kedungadem, khususnya pada jalur-jalur sepi yang rawan dijadikan lokasi trek-trekan.
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus upaya mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Kedungadem Polres Bojonegoro, AKP Mat Suiswanto, S.H., menjelaskan bahwa balap liar tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
“Titik-titik yang rawan digunakan untuk balapan liar terus kami pantau. Patroli ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan agar aksi trek-trekan tidak terjadi dan tidak membahayakan masyarakat,” ujar Kapolsek.
Selain melakukan pemantauan, petugas patroli juga memberikan himbauan secara persuasif kepada para pemuda yang kedapatan nongkrong atau melintas di lokasi rawan.
Mereka diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum, termasuk balapan motor secara ilegal di jalan raya.
Menurut AKP Mat Suiswanto, pendekatan humanis tetap dikedepankan agar para pemuda memahami risiko dan dampak negatif dari balap liar, baik dari sisi keselamatan maupun hukum.
“Kami menghimbau agar tidak melakukan balapan liar. Selain berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan, kegiatan tersebut juga mengganggu masyarakat dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Patroli rutin ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga, khususnya pada malam hari.
Kehadiran polisi di lapangan juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menjaga keamanan berlalu lintas dan ketertiban lingkungan.
Polsek Kedungadem mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para orang tua, untuk turut berperan aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi balap liar.
Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif. (mia)
































