Beranda Infotaiment Cantika Wahono Resmi Jadi Ibunda Guru Bojonegoro, Ini Pesan Tegas Bupati

Cantika Wahono Resmi Jadi Ibunda Guru Bojonegoro, Ini Pesan Tegas Bupati

BOJONEGORO – Suasana khidmat dan penuh semangat terasa di Pendopo Malowopati, Kamis (2/4/2026), saat Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli Wahono atau yang akrab disapa Cantika Wahono resmi dinobatkan sebagai Ibunda Guru oleh PGRI Kabupaten Bojonegoro.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelantikan Pengurus Cabang dan Cabang Khusus PGRI Kabupaten Bojonegoro Masa Bakti XXII.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari Ketua PGRI Jawa Timur, Ketua PGRI Bojonegoro, hingga Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyoroti tantangan besar dunia pendidikan di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial.

Menurutnya, guru tidak cukup hanya berperan sebagai pengajar, tetapi harus menjadi pendidik yang mampu membentuk karakter siswa secara utuh.

“Pendidik itu punya tanggung jawab sampai ke etika, tata krama, dan norma,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun tugas administratif guru cukup berat, esensi utama profesi tersebut tetap pada peran mendidik generasi.

Tak hanya itu, Bupati mendorong para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi era digital.

“Guru harus benar-benar paham perkembangan ini agar mampu mencetak SDM unggul untuk masa depan Bojonegoro,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi yang kuat antara guru dan wali murid sebagai kunci keberhasilan pendidikan.

Hal lain yang tak kalah penting, ia mengingatkan para guru untuk menjaga sikap sebagai teladan di lingkungan sekolah, termasuk tidak merokok di area pendidikan.

“Jangan merokok di lingkungan tempat tugas. Guru harus menjadi contoh nyata bagi siswa,” pesannya.

Dalam pidato pengukuhannya, Cantika Wahono menegaskan bahwa peran sebagai Ibunda Guru bukan sekadar simbol, melainkan amanah besar untuk mengabdi.

Ia menyadari kompleksitas tantangan yang dihadapi guru saat ini, mulai dari beban administrasi hingga tekanan psikososial.

Cantika berkomitmen untuk hadir sebagai mitra strategis bagi PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bojonegoro.

“Ibunda Guru harus mampu menjadi penggerak, motivator, sekaligus inspirasi,” ungkapnya.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PGRI, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

Cantika Wahono menaruh perhatian serius pada peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru.

Menurutnya, guru harus didukung agar tidak hanya fokus mengajar, tetapi juga mampu menjadi pembimbing dan teladan bagi peserta didik.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pembentuk karakter anak bangsa,” tambahnya.

Pengukuhan Ibunda Guru dan pelantikan pengurus baru PGRI ini menjadi titik awal penting bagi penguatan dunia pendidikan di Bojonegoro.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan siap menghadapi tantangan era digital.

Momentum ini sekaligus menjadi sinyal optimisme bahwa pendidikan Bojonegoro tengah bergerak menuju arah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (mia)