KEDIRI – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di simpang empat Muning, Kota Kediri, Kamis (23/1/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Insiden ini melibatkan sebuah bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7662 UT yang diduga melaju kencang dan menerobos lampu merah.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, bus jurusan Surabaya–Trenggalek melaju dari arah barat atau dari Terminal Tamanan menuju timur.
Saat mendekati persimpangan, bus disebut tetap melaju meski lampu lalu lintas sudah menyala merah.
Pengemudi diduga kehilangan kendali hingga menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti.
Bus menghantam beberapa sepeda motor dan sebuah mobil Daihatsu Xenia bernopol AG 1925 BR.
Benturan keras membuat mobil tersebut terdorong ke depan dan kembali menabrak sepeda motor lain yang berada di depannya.
Akibat kecelakaan tersebut, satu sepeda motor hancur terlindas, sementara satu motor lainnya terjepit di kolong bus.
Selain itu, sedikitnya dua sepeda motor lain mengalami kerusakan berat.
Laju bus baru terhenti setelah menabrak tiang lampu lalu lintas dan bagian rumah warga di sekitar simpang.
Sejumlah korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RS Ratih Kediri untuk mendapatkan perawatan medis.
Salah seorang saksi mata yang merupakan kerabat korban mengungkapkan, di dalam mobil Xenia terdapat seorang balita berusia sekitar dua tahun bersama kedua orang tuanya.
“Ibu dan bayinya langsung dibawa ke rumah sakit karena luka-luka. Ayahnya bernama Moch Akbar, istrinya Nana,” ujarnya.
Moch Akbar, pengemudi mobil Xenia, membenarkan bahwa kendaraannya ditabrak bus dari arah belakang dengan keras.
Meski mengalami luka di bagian kepala hingga mengeluarkan darah, ia masih dalam kondisi sadar.
“Mobil saya ditabrak kencang dari belakang. Di dalam ada saya, istri, dan anak. Di depan ada dua sepeda motor, di belakang saya nggak tahu ada berapa, pokoknya banyak,” katanya dengan nada emosi.
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga dan kemarahan massa.
Bahkan, satu unit bus Harapan Jaya lain yang melintas dari arah berlawanan nyaris menjadi sasaran amukan warga yang emosi melihat kejadian tersebut.
Situasi baru berhasil dikendalikan setelah jajaran Satlantas Polres Kediri Kota tiba di lokasi.
Polisi segera mengamankan sopir bus ke dalam mobil patroli untuk mencegah aksi main hakim sendiri.
Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di simpang empat Muning sempat macet parah.
Sekitar pukul 17.44 WIB, bus Harapan Jaya akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kecelakaan.
“Kami masih mendalami apakah ada faktor teknis kendaraan atau unsur kelalaian pengemudi. Yang pasti, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Pihak kepolisian menghimbau para pengendara agar selalu mematuhi rambu dan lampu lalu lintas demi keselamatan bersama. (Liana)
































