BOJONEGORO – Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kian memantapkan arah pembangunan kota dengan menyiapkan sejumlah proyek strategis yang menyentuh sektor ekonomi, tata kota, hingga perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Serangkaian rencana ini digadang-gadang akan mengubah wajah Bojonegoro menjadi kota yang lebih modern, inklusif, sekaligus ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sejumlah titik sentral masuk dalam prioritas pembangunan, di antaranya perencanaan taman perbatasan sebagai gerbang wilayah, rehabilitasi Alun-Alun Kota, revitalisasi Pasar Kota, serta optimalisasi fungsi Taman Rajekwesi.
Kawasan-kawasan tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru Bojonegoro yang tidak hanya sedap dipandang, tetapi juga hidup secara ekonomi dan sosial.
Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyeimbangkan estetika perkotaan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti pada keindahan visual semata, namun harus mampu menjawab kebutuhan dasar warga.
“Perencanaan ini harus benar-benar memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Tujuannya menciptakan ikon kota yang modern, tetapi tetap ramah dan fungsional. Jadi bukan hanya soal estetika, melainkan juga bagaimana ruang publik ini mampu menampung potensi ekonomi lokal tanpa mengorbankan kenyamanan,” jelas Achmad Gunawan.
Dari sisi progres, sejumlah proyek telah menunjukkan perkembangan signifikan. Rehabilitasi Alun-Alun Kota Bojonegoro tercatat telah memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED) sejak Oktober 2025.
Sementara itu, rencana rehabilitasi Pasar Kota serta penataan Taman Rajekwesi telah menuntaskan penyusunan masterplan pada November 2025.
Untuk proyek taman perbatasan, Achmad Gunawan menyampaikan bahwa saat ini masih berada pada tahap revisi dokumen perencanaan.
Namun demikian, pekerjaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada akhir Januari 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan selama tiga bulan.
“Untuk taman perbatasan, sekarang masih revisi dokumen perencanaan. Diproyeksikan akhir Januari 2026 sudah mulai pekerjaan fisik, dengan target tiga bulan rampung,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Salah satu rencana paling menarik dalam paket pembangunan ini adalah transformasi Pasar Kota Bojonegoro.
Pasar tersebut dirancang menjadi bangunan multifungsi setinggi tiga lantai.
Selain tetap berfungsi sebagai pusat perdagangan, lantai tiga bangunan akan dimanfaatkan sebagai sarana olahraga sekaligus kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro.
Konsep multifungsi ini lahir dari proses dialog dan kesepakatan bersama para pedagang pasar yang telah dilakukan sejak Agustus 2025.
Pemkab Bojonegoro berharap, dengan konsep baru tersebut, Pasar Kota tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang aktivitas positif bagi masyarakat serta wadah pembinaan atlet lokal.
Melalui integrasi penataan tata kota, penguatan ruang publik, dan optimalisasi fasilitas ekonomi, Pemkab Bojonegoro optimistis dapat mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkesinambungan di masa mendatang. (mia)
































