BOJONEGORO — Aktivitas seismik kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat empat gempa bumi mengguncang wilayah Papua dan Maluku Utara dalam kurun waktu dini hari, Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa dengan kekuatan bervariasi tersebut terjadi hampir berurutan dan tersebar di beberapa titik, mulai dari Kabupaten Jayapura, Nabire, hingga wilayah Pulau Doi dan Halmahera Barat di Provinsi Maluku Utara.
Gempa pertama tercatat mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura, Papua, sekitar pukul 02.13 WIB.
BMKG menyebutkan gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 3,1.
Pusat gempa berada pada koordinat 2,03 Lintang Selatan dan 140,57 Bujur Timur, atau sekitar 132 kilometer timur laut Kabupaten Jayapura.
Gempa ini terjadi di kedalaman relatif dangkal, yakni sekitar 7–10 kilometer.
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami dan sejauh ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat guncangan tersebut.
Sebelumnya, gempa dengan kekuatan lebih besar terjadi di wilayah Pulau Doi, Maluku Utara, sekitar pukul 01.00 WIB. Gempa ini tercatat berkekuatan magnitudo 5,0.
Lokasi gempa berada pada koordinat 1,95 Lintang Utara dan 127,26 Bujur Timur, dengan pusat gempa sekitar 69 kilometer barat daya Pulau Doi. Gempa terjadi di kedalaman 103 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun kekuatannya cukup terasa di beberapa wilayah sekitar pusat gempa.
Hampir bersamaan, gempa lainnya juga mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, pada pukul 01.00 WIB. Gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,6.
Pusat gempa berada di koordinat 1,96 Lintang Utara dan 127,35 Bujur Timur, atau sekitar 72 kilometer barat laut Halmahera Barat, dengan kedalaman 130 kilometer.
BMKG mencatat gempa ini termasuk gempa dalam dan tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, wilayah Nabire, Papua, juga dilaporkan mengalami gempa bumi pada pukul 00.57 WIB.
Gempa berkekuatan magnitudo 3,2 tersebut berpusat di 42 kilometer barat laut Nabire.
Gempa berada pada koordinat 3,14 Lintang Selatan dan 135,67 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan tergolong ringan dan tidak menimbulkan dampak signifikan.
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data dapat mengalami pembaruan seiring masuknya informasi lanjutan.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG. (Red)































