Beranda Daerah BKKD Mengalir, Dua Desa di Bojonegoro Mulai Cor Jalan 1 Kilometer Lebih,...

BKKD Mengalir, Dua Desa di Bojonegoro Mulai Cor Jalan 1 Kilometer Lebih, Warga Antusias

BOJONEGORO – Geliat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan Kabupaten Bojonegoro kembali terlihat nyata. Di Kecamatan Kapas, sejumlah desa kini mulai menata jalan desa melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Salah satunya di Desa Bogo, di mana jalan utama yang menjadi akses vital warga kini mulai dibangun menggunakan rigid beton atau cor permanen. Total panjang pembangunan mencapai 1.150 meter dengan lebar 4 meter.

“Pembangunan berada di satu jalur, namun ada sekitar 25 meter yang tidak dicor karena lokasinya berada di tepi Bengawan Solo dan rawan longsor,” jelas Kepala Desa Bogo, Mursid, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan, sebelumnya kondisi jalan masih berupa paving dan sebagian masih tanah pedel. Kini, material telah tiba di lapangan dan pembongkaran paving lama sudah rampung.

Jalan ini bukan hanya menjadi jalur utama warga Desa Bogo, namun juga menjadi jalur alternatif menuju wilayah Kota Bojonegoro dari arah timur. Akses ini juga banyak digunakan masyarakat Desa Sekaran, Mulyorejo, Sarirejo, dan desa-desa sekitarnya.

Sementara itu, pembangunan BKKD juga bergerak di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas. Proyek sudah memasuki tahap pengecoran dasar. Sejumlah pekerja terlihat menggunakan helm proyek, rompi, sarung tangan, serta sepatu boot saat meratakan cor beton dari alat berat.

Kepala Desa Kalianyar, Ibnu Ismail, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program ini. “Alhamdulillah, Desa Kalianyar mendapat BKKD untuk pembangunan jalan cor. Ini manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan hasil usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Dengan peninggian struktur jalan dari paving menjadi rigid beton, masyarakat merasa bangga karena kualitas jalan akan lebih kuat dan tahan lama.

Selain itu, warga sekitar juga bisa ikut serta dalam pengerjaan, sehingga pembangunan turut memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat desa.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BMPR) Bojonegoro, Chusaifi Ivan Rachmanto, menegaskan bahwa BKKD diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Program ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas desa dengan pusat-pusat ekonomi, layanan pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan,” jelasnya.

Dia berharap pembangunan yang berjalan serentak di berbagai desa mampu mempercepat pemerataan pembangunan, mengurangi kesenjangan wilayah, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan berjalannya pembangunan ini, warga desa di Kecamatan Kapas optimistis akses transportasi akan semakin lancar, mobilitas ekonomi meningkat, dan jalur alternatif menuju Bojonegoro kota semakin nyaman.

Program BKKD kembali menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur pedesaan demi kesejahteraan masyarakat. (hes)