GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus bergerak meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi para pengelola destinasi wisata Gresik.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 8–9 April 2026, di Hotel Horison Gresik ini menjadi bagian dari strategi serius Pemkab Gresik dalam mendorong daya saing pariwisata berbasis SDM unggul.
Program yang diinisiasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif.
Para peserta dibekali kemampuan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga memiliki standar profesional yang diakui secara nasional.
Sebanyak 20 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, mereka berasal dari berbagai pengelola destinasi wisata di Gresik, mulai dari wisata GUS Balongpanggang, Museum Sunan Giri, Museum Kanjeng Sepuh Sidayu, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga desa wisata.
Wakil Bupati Gresik Alif menegaskan, sertifikasi kompetensi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya dokumen administratif.
“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Sertifikat bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk membuka peluang yang lebih luas di masa depan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keberhasilan mengelola destinasi wisata tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis.
Faktor utama justru terletak pada kemampuan mengelola diri, menjaga integritas, serta menjunjung profesionalisme.
Menurutnya, destinasi wisata merupakan aset bersama yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, baik oleh pemerintah, desa, maupun masyarakat.
“Tantangan terbesar bukan hanya mengelola tempat wisata, tetapi bagaimana kita mampu mengelola diri sendiri,” imbuhnya.
Dalam era persaingan kerja yang semakin ketat, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang sangat penting.
Tenaga kerja yang tersertifikasi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, bahkan menempati posisi strategis di sektor pariwisata.
Tak hanya itu, Wabup Alif juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri dengan belajar dari berbagai praktik terbaik di daerah lain.
“Jangan berhenti di sini. Bandingkan, pelajari, dan temukan solusi dari berbagai pengalaman di lapangan,” pesannya.
Melalui langkah ini, Pemkab Gresik berharap pengelolaan destinasi wisata semakin profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (dn)
































