LAMONGAN – Arus lalu lintas di Jalan Babat–Lamongan, tepatnya di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, mendadak tegang setelah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan, Kamis sore (26/3/2026).
Peristiwa kecelakaan di Lamongan yang terjadi sekitar pukul 16.35 WIB itu melibatkan sebuah truk Colt Diesel, mobil angkutan kota (lyn), serta mobil pribadi jenis Avanza.
Insiden ini sempat memicu kepanikan pengguna jalan, mengingat kondisi lalu lintas di Lamongan saat itu cukup padat menjelang waktu petang.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah barat Lamongan ke timur.
Di depannya, sebuah angkot tengah berhenti untuk berbelok di median jalan.
Karena diduga kurang menjaga jarak aman, truk tidak mampu mengantisipasi situasi di depannya dan langsung menghantam bagian belakang angkot.
Benturan keras tersebut membuat angkot terdorong ke depan hingga mengenai kendaraan lain di sekitarnya.
“Akibat kurangnya antisipasi dan jarak yang terlalu dekat, truk menabrak angkot hingga terjadi tabrakan beruntun,” jelas IPDA M. Hamzaid.
Dampak kecelakaan ini cukup terlihat. Bagian belakang angkot ringsek, kabin depan truk mengalami kerusakan, dan mobil Avanza turut terdampak pada sisi kanan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya satu penumpang angkot berinisial LO yang mengalami luka ringan berupa lecet dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Pucuk, Lamongan.
Kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi.
Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengevakuasi kendaraan untuk mengurai kepadatan di jalur utama tersebut.
Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara, menegaskan bahwa kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengguna jalan.
Ia mengingatkan agar pengendara selalu menjaga jarak aman, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi aturan lalu lintas.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Disiplin dan kehati-hatian menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan,” tegasnya.
Kejadian ini kembali menegaskan bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada insiden yang merugikan banyak pihak.
Terlebih di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat Lamongan, kesadaran berlalu lintas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Respon cepat aparat kepolisian pun mendapat apresiasi dari warga, karena dinilai mampu mengendalikan situasi dan mencegah kemacetan yang lebih panjang. (epr)
































