Beranda Infotaiment Semarak Ramadan di Lamongan, 1.447 Porsi Sego Boran Gratis Dibagikan

Semarak Ramadan di Lamongan, 1.447 Porsi Sego Boran Gratis Dibagikan

LAMONGAN – Suasana bulan suci Ramadan di Kabupaten Lamongan terasa semakin semarak melalui gelaran Festival Boran Agung yang menghadirkan ribuan porsi kuliner khas daerah, Sego Boran, untuk masyarakat secara gratis.

Kegiatan yang digelar di kawasan Masjid Agung Lamongan pada Minggu (15/3/2026) tersebut dipadati warga sejak sore hari.

Ratusan masyarakat tampak antusias datang dan mengantre untuk mendapatkan hidangan khas Lamongan tersebut.

Sego Boran dikenal sebagai kuliner tradisional dengan cita rasa khas, terdiri dari nasi hangat yang disajikan dengan lauk ikan, sambal khas, serta berbagai pelengkap yang menggugah selera.

Dalam festival tersebut, panitia menyiapkan sebanyak 1.447 porsi Sego Boran untuk dibagikan kepada masyarakat Lamongan yang hadir untuk berbuka puasa bersama.

Angka 1.447 tersebut memiliki makna simbolis, yakni melambangkan tahun Hijriah saat ini.

Hal itu sekaligus menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat Lamongan dalam menyemarakkan Ramadan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan bahwa Festival Boran Agung merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga dan mempromosikan kuliner tradisional khas Lamongan.

Menurutnya, Sego Boran bukan hanya sekadar makanan tradisional, melainkan juga bagian dari identitas budaya yang telah lama melekat di tengah masyarakat Lamongan.

“Sego Boran merupakan warisan kuliner khas Lamongan yang perlu terus dilestarikan. Melalui festival ini kami ingin mengenalkan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kuliner daerah, khususnya kepada generasi muda,” ujarnya.

Selain menghadirkan sajian kuliner khas daerah, rangkaian kegiatan festival juga diisi dengan pengajian akbar yang menghadirkan pendakwah muda Gus Iqdam atau Muhammad Iqdam Kholid.

Pengajian yang digelar pada malam hari tersebut diperkirakan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah yang ingin mengikuti tausiyah sekaligus merasakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus mempererat hubungan antar sesama.

“Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menebar kebaikan kepada sesama,” tutur Gus Iqdam di hadapan para jamaah.

Festival Boran Agung tidak hanya menjadi ajang menikmati kuliner khas Lamongan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat.

Tradisi berbagi makanan, berkumpul, serta mendengarkan tausiyah agama dalam satu kegiatan menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat Lamongan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap Festival Boran Agung dapat terus menjadi agenda budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan kuliner lokal sekaligus memperkuat nilai religius dan kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadan. (epr)