Beranda Hukrim Kronologi Oknum ASN Kecamatan Mengamuk di SPBU Tuban

Kronologi Oknum ASN Kecamatan Mengamuk di SPBU Tuban

TUBAN – Dugaan aksi kekerasan brutal yang dilakukan oknum pegawai Kecamatan Parengan terhadap sejumlah karyawan SPBU di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, kian mengemuka.

Insiden yang terjadi pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 18.45 WIB, itu menyisakan trauma mendalam bagi para korban dan memicu sorotan publik terhadap perilaku oknum ASN Tuban tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi dan korban, pelaku berinisial J datang ke lokasi SPBU di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, mengendarai mobil hitam bermaksud melakukan pengisian BBM.

Setibanya di jalur pengisian terdapat satu sepeda motor yang sedang mengantri lebih dulu.

Mobil pelaku berada di belakang kendaraan tersebut, namun posisinya tidak sepenuhnya tertib dalam antrian.

Di saat bersamaan, operator SPBU bernama Ferdi tengah melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual, prosedur rutin yang wajib dilakukan sebelum pelayanan.

Setelah pengecekan selesai, Ferdi melayani pengisian BBM untuk sepeda motor yang memang sudah lebih dulu mengantre.

Namun, situasi mendadak berubah. Tanpa alasan yang jelas dan tanpa terjadi adu mulut sebelumnya, pelaku J tiba-tiba menghampiri Ferdi dan melakukan tindakan kekerasan dengan menjambak rambut korban.

Aksi tersebut disaksikan langsung oleh Mandor SPBU, Ali, yang segera mendekat untuk melerai dan menanyakan duduk persoalan.

Namun, upaya meredakan situasi justru berujung pada kekerasan lanjutan.

Tanpa memberi kesempatan berdialog, pelaku memukul bagian perut Ali sambil melontarkan kalimat bernada ancaman dan arogansi.

Ali nyaris menerima pukulan kedua, namun berhasil menghindar.

Ketegangan semakin meningkat dan membuat suasana SPBU berubah mencekam.

Melihat situasi tak terkendali, operator lain bernama Pras datang untuk mencoba melerai.

Namun niat baik tersebut justru berujung petaka. Pelaku kembali melancarkan kekerasan dengan memukul wajah Pras hingga terjatuh.

Tak berhenti di situ, pelaku kembali melayangkan pukulan ke arah hidung korban, menyebabkan pendarahan, bahkan menginjak kaki Pras saat korban terjatuh.

Rangkaian kekerasan belum berhenti, Wadi, seorang tukang kebun SPBU yang berusaha melerai, juga menjadi sasaran amukan pelaku.

Tanpa sempat melakukan komunikasi, pelaku kembali melayangkan pukulan yang mengenai pipi kiri Wadi.

Peristiwa ini diketahui terekam kamera CCTV SPBU, yang kini menjadi salah satu bukti penting dalam penanganan kasus tersebut.

Setelah melakukan serangkaian tindakan kekerasan terhadap beberapa karyawan SPBU, pelaku J masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi, tanpa menunjukkan itikad baik atau upaya penyelesaian di tempat.

Merasa dirugikan dan mengalami luka fisik maupun trauma psikologis, para korban akhirnya melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Parengan untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat luas, terutama karena pelaku merupakan bagian dari aparatur pemerintahan yang seharusnya menjunjung tinggi etika, ketertiban, dan sikap melindungi masyarakat. (fh)