GRESIK – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik untuk memastikan pelaksanaan sejumlah program strategis nasional bidang pangan berjalan optimal di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.
Dalam agenda tersebut, Menko Pangan RI menyambangi sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari SMAN 1 Gresik, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SMAN 1 Kebomas, hingga Universitas Muhammadiyah Gresik.
Kunjungan ini merupakan bagian dari penugasan langsung Presiden untuk memantau secara nyata implementasi program pemerintah di daerah.
Zulkifli Hasan menegaskan, dirinya diminta turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil pelaksanaan program strategis nasional.
“Saya ditugaskan Presiden untuk mengecek langsung program-program yang sudah berjalan. Kalau ada yang belum maksimal, tentu akan kita perbaiki supaya hasilnya lebih baik,” tegasnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Zulkifli Hasan, program ini tidak hanya penting bagi tumbuh kembang dan kecerdasan anak, tetapi juga berperan besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat.
Program MBG dirancang melibatkan koperasi desa sebagai penghubung antara kebutuhan gizi anak dan potensi ekonomi lokal.
Secara nasional, saat ini telah terbentuk sekitar 80 ribu koperasi rakyat, sementara di Kabupaten Gresik tercatat ada sekitar 356 koperasi desa yang aktif.
Koperasi desa diharapkan menjadi wadah bagi UMKM, petani, nelayan, dan peternak rakyat untuk memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menko Pangan RI memaparkan besarnya dampak ekonomi dari Program MBG.
Saat ini, SPPG secara nasional memasak sekitar 82,9 juta porsi makanan setiap hari.
“Bayangkan jika satu hari menunya telur satu butir, maka dibutuhkan lebih dari 82,9 juta butir telur. Kalau menunya ikan bandeng, berarti 82,9 juta ikan bandeng. Belum termasuk sayur dan buah. Dari sini ekonomi rakyat akan bergerak luar biasa,” jelasnya.
Selain MBG dan koperasi desa, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi perhatian serius.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah kunci agar Indonesia tidak bergantung pada impor.
Pemerintah mendorong setiap kecamatan mampu mandiri pangan dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sehari sebelumnya, Menko Pangan RI juga meninjau langsung Kampung Bandeng Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah.
Dari kunjungan tersebut, ia melihat potensi besar perikanan rakyat Gresik yang dinilai siap menopang kebutuhan pangan nasional.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Gresik.
Dia menilai koperasi desa dan SPPG di daerah ini berjalan dengan baik, didukung oleh produksi perikanan yang kuat.
“Koperasi desa dan SPPG di Kabupaten Gresik saya lihat berjalan dengan baik. Produksi ikannya juga luar biasa. Gresik saya kira termasuk salah satu daerah terbaik,” pungkasnya. (dn)































