LAMONGAN – Komitmen tegas TNI dalam memerangi praktik judi online kembali ditunjukkan Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan.
Melalui langkah pengawasan internal yang ketat, satuan ini menggelar pemeriksaan mendadak terhadap telepon seluler prajurit dan PNS, usai apel pagi di Lapangan Makodim 0812/Lamongan, Senin (26/01/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Staf Intelijen Kodim 0812/Lamongan dan dipimpin langsung Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Lettu Inf Sofi’ul, dengan dukungan personel Provost.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan teliti guna memastikan tidak ada aplikasi judi online, riwayat transaksi, maupun akses ke situs terlarang pada perangkat milik anggota.
Melalui Pasi Intel, Dandim 0812/Lamongan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan sekaligus tindak lanjut atas instruksi pimpinan TNI dalam menyikapi maraknya judi online yang kini menjadi persoalan serius di tingkat nasional.
“Ini merupakan langkah preventif. Kami ingin memastikan seluruh personel Kodim 0812/Lamongan benar-benar bersih dari praktik judi online. Judi online bukan hanya merusak ekonomi keluarga, tetapi juga berdampak pada moral prajurit dan kualitas pelaksanaan tugas kewilayahan,” tegas Lettu Inf Sofi’ul.
Dalam arahannya, Pasi Intel juga mengingatkan bahwa judi online kerap dianggap sepele, padahal dampaknya sangat luas.
Kecanduan, jeratan pinjaman online ilegal, konflik keluarga, hingga potensi tindak pidana kerap berawal dari aktivitas tersebut dan dapat mencoreng nama baik pribadi maupun institusi.
Langkah pengawasan ini, lanjutnya, bertujuan untuk meminimalisir pelanggaran disiplin, memperkuat integritas prajurit, serta menjaga marwah dan citra TNI di mata masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan satu pun anggota Kodim 0812/Lamongan yang terindikasi terlibat atau mengakses judi online.
Hasil ini menunjukkan tingkat kedisiplinan dan kesadaran prajurit terhadap aturan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, Kodim 0812/Lamongan memastikan kegiatan serupa akan terus digelar secara rutin, acak, dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Pihak satuan juga menegaskan tidak ada toleransi bagi personel yang terbukti melanggar, dengan penerapan sanksi tegas sesuai hukum dan disiplin militer yang berlaku. (epr)
































