Beranda Politik Kongres V Partai Buruh Tegaskan Arah Perjuangan Jelang Pemilu 2029

Kongres V Partai Buruh Tegaskan Arah Perjuangan Jelang Pemilu 2029

JAKARTA — Kongres V Partai Buruh yang berlangsung di Jakarta pada 18–22 Januari 2026 menjadi titik penting dalam penguatan konsolidasi politik kelas pekerja di Indonesia.

Forum tertinggi partai ini menegaskan kembali jati diri Partai Buruh sebagai kekuatan politik yang lahir dari serikat pekerja dan terus bergerak bersama buruh serta rakyat pekerja di seluruh penjuru negeri.

Kongres tersebut secara resmi menetapkan Ir. Said Iqbal, M.E. kembali menjabat sebagai Presiden Partai Buruh untuk periode 2026–2031, sementara posisi Sekretaris Jenderal kembali diamanahkan kepada H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H..

Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam sidang pleno yang digelar di Ballroom Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Aklamasi ini mencerminkan soliditas dan kepercayaan penuh peserta kongres dari berbagai daerah terhadap kepemimpinan Said Iqbal dan Ferri Nuzarli.

Keduanya dinilai mampu menjaga arah perjuangan partai sekaligus memperkuat posisi Partai Buruh di tengah dinamika politik nasional.

Dalam pidatonya, Said Iqbal menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinan menjadi faktor penting untuk memastikan konsolidasi internal berjalan optimal.

Ia menyebut Partai Buruh harus fokus memperkuat kaderisasi, memperluas basis massa, serta mematangkan strategi politik menghadapi agenda besar nasional, termasuk Pemilu 2029.

“Partai Buruh harus hadir sebagai rumah politik kaum buruh dan rakyat pekerja. Konsistensi perjuangan dan keberanian bersuara menjadi kunci agar suara buruh benar-benar menentukan arah kebijakan nasional,” tegas Said Iqbal.

Senada dengan itu, Ferri Nuzarli menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi, administrasi partai, serta disiplin struktural di seluruh tingkatan kepengurusan.

Menurutnya, soliditas internal bukan sekedar slogan, melainkan fondasi utama untuk menjalankan agenda politik secara terukur dan berkelanjutan.

“Kekuatan partai terletak pada kerapian organisasi dan sinergi semua elemen. Tanpa itu, perjuangan politik tidak akan berjalan efektif,” ujar Ferri.

Kongres V Partai Buruh tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi nasional untuk menegaskan posisi Partai Buruh sebagai kekuatan politik alternatif yang membawa aspirasi kelas pekerja ke panggung politik nasional. (dpw)