BOJONEGORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diperkuat melalui berbagai program berbasis pemberdayaan ekonomi.
Salah satunya adalah Program Domba Kesejahteraan, yang kini semakin dirasakan manfaatnya oleh warga di berbagai pelosok desa Bojonegoro.
Sepanjang tahun 2025, program ini telah menjangkau 1.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2026, Pemkab Bojonegoro berencana meningkatkan cakupan penerima secara signifikan hingga 3.325 KPM.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis peternakan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pihaknya telah mendistribusikan 1.200 ekor domba kepada 1.200 KPM yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro.
“Program Domba Kesejahteraan tahun 2025 telah menjangkau seluruh desa. Setiap desa mendapatkan alokasi sesuai dengan data KPM yang telah melalui proses verifikasi dan validasi,” ungkap Fajar.
Ia menambahkan, bantuan ternak domba ini tidak sekadar bersifat konsumtif, tetapi dirancang sebagai modal usaha produktif bagi keluarga penerima.
Dengan pengelolaan yang tepat, domba yang diterima diharapkan dapat berkembang biak dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi KPM.
Memasuki tahun 2026, Pemkab Bojonegoro melakukan langkah strategis dengan memperluas sasaran program.
Saat ini, proses mapping lokasi penerima tengah dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, daya dukung lingkungan, serta populasi ternak yang sudah ada di masing-masing kecamatan.
“Untuk tahun 2026, jumlah penerima akan ditingkatkan menjadi 3.325 KPM. Saat ini kami masih melakukan pemetaan kewilayahan agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan potensi wilayah,” jelasnya.
Fajar menegaskan, program ini bukan sekadar membagikan ternak, melainkan bagian dari upaya membangun usaha peternakan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Melalui pendampingan, pembinaan, serta manajemen pemeliharaan yang baik, domba yang diterima diharapkan dapat menjadi aset produktif jangka panjang.
“Harapannya, Program Domba Kesejahteraan ini mampu meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ekonomi desa, serta mendukung pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu pilar ekonomi daerah Bojonegoro,” pungkas Fajar.
Dengan perluasan cakupan dan pengelolaan berbasis data, Program Domba Kesejahteraan diyakini akan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro di tahun-tahun mendatang. (mia)































