BOJONEGORO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat merespon peristiwa angin kencang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tambakrejo, Kamis (8/1/2026).
Langkah awal yang dilakukan yakni pendataan serta persiapan asesmen terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari lapangan dengan menurunkan personel untuk penanganan awal dan koordinasi.
“Sebagai tindak lanjut laporan awal, pada Jumat, 9 Januari 2026, BPBD akan melaksanakan asesmen rumah warga terdampak angin kencang di Desa Jatimulyo, Ngrancang, dan Taji, Kecamatan Tambakrejo,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, sebelum asesmen lanjutan dilakukan, dua personel BPBD, yakni Halim dan Dicky, telah diberangkatkan lebih dulu ke lokasi terdampak.
Keduanya bertugas melakukan pengecekan awal kondisi lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
Menurut Heru, pendataan yang akurat menjadi kunci dalam penanganan bencana.
Melalui asesmen tersebut, BPBD dapat mengetahui tingkat kerusakan rumah, serta kebutuhan mendesak warga yang terdampak, sehingga bantuan dan langkah penanganan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Data yang kami kumpulkan akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan dan upaya lanjutan yang diperlukan oleh warga,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Bojonegoro juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
Warga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau langsung ke BPBD apabila terjadi bencana di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan cepat, serta memastikan penanganan bencana berjalan responsif demi keselamatan dan kenyamanan warga. (mia)
































