Beranda Daerah BKKD Bojonegoro 2025 Ubah Wajah Desa Sidomulyo Kedungadem, Jalan Poros Kini Mulus

BKKD Bojonegoro 2025 Ubah Wajah Desa Sidomulyo Kedungadem, Jalan Poros Kini Mulus

BOJONEGORO — Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025 yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Salah satunya dirasakan Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, yang memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kualitas jalan poros desa.

Melalui program BKKD 2025, Desa Sidomulyo menerima anggaran sebesar Rp1,45 miliar lebih yang dialokasikan khusus untuk pembangunan pengaspalan jalan di dua titik strategis.

Hingga awal Januari 2026, progres pengerjaan proyek tersebut telah mencapai sekitar 95 persen.

Total panjang jalan yang dibangun mencapai 778 meter dengan lebar 4 meter. Lokasi pertama berada di Dusun Gendong, sepanjang 546 meter.

Jalan ini menjadi penghubung vital antara Dusun Sepat, Desa Megale, menuju Dusun Tauran, Desa Tlogoagung.

Sementara lokasi kedua berada di Dusun Gembol dengan panjang 232 meter dan lebar 4 meter.

Ruas jalan ini menghubungkan langsung Desa Sidomulyo dengan Desa Jamberejo, sehingga memperlancar mobilitas warga antar wilayah.

Pembangunan jalan poros desa tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, mempercepat arus transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Sidomulyo dan sekitarnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Hari Agus Sugiharto, S.E., saat dikonfirmasi Selasa (6/1/2026), menyampaikan bahwa program BKKD sangat membantu desa dalam menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.

“Desa Sidomulyo mendapatkan program BKKD berupa pengaspalan jalan poros desa di Dusun Gendong dan Dusun Gembol dengan total panjang 778 meter dan lebar 4 meter,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas dukungan anggaran yang diberikan melalui program BKKD.

“Kami sangat bersyukur. Program BKKD ini benar-benar membantu desa kami, khususnya dalam peningkatan jalan poros desa. Harapannya, program ini terus berlanjut agar jalan-jalan desa lain yang belum tersentuh juga bisa dibangun,” ungkapnya.

Hari Agus menambahkan, Desa Sidomulyo memiliki posisi strategis sebagai wilayah perkotaan di Kecamatan Kedungadem.

Oleh karena itu, kualitas infrastruktur jalan menjadi kebutuhan utama untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi jalan sudah jauh lebih baik. Kendaraan bisa melintas dengan lancar, sehingga aktivitas warga menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penentuan ruas jalan yang dibangun merupakan hasil musyawarah dan aspirasi masyarakat.

Pemerintah desa bersama warga mengajukan proposal pembangunan ke Pemkab Bojonegoro melalui mekanisme program BKKD.

“Berdasarkan kebutuhan warga, kami mengajukan proposal. Alhamdulillah, tahun 2025 ini pembangunan jalan poros desa dapat direalisasikan,” katanya.

Sementara itu, Suwarno, warga Dusun Gendong, mengaku sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jalan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya rusak parah dan kerap menyulitkan aktivitas warga.

“Dulu jalannya rusak dan sulit dilewati. Sekarang sudah mulus. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa dan Pemkab Bojonegoro,” tuturnya.

Dengan jalan yang kini lebih layak, warga merasakan langsung manfaatnya dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk transportasi, ekonomi, maupun mobilitas antarwilayah.

Di akhir keterangannya, Kepala Desa Sidomulyo berharap pembangunan jalan poros desa dapat terus dilanjutkan hingga Dusun Slinggang dan tembus ke Desa Jamberejo, agar konektivitas wilayah di Kecamatan Kedungadem semakin merata dan optimal.
(mia)