GAYO LUES – Sebuah mobil dinas milik Camat Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Kala Tripe, Kamis sore, 1 Januari 2026.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Threads Lingkaran Gayo, mobil Toyota Rush berwarna putih itu mulai terseret arus deras sekitar pukul 16.30 WIB.
Insiden terjadi setelah jembatan yang menjadi akses utama warga tiba-tiba ambruk akibat tekanan arus sungai yang meningkat.
Beruntung, saat kejadian mobil dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang beredar menyebutkan, mobil dinas tersebut sudah berada di atas jembatan sejak akhir November 2025.
Saat itu, banjir bandang dan tanah longsor memutus akses jembatan sehingga kendaraan tidak bisa dievakuasi.
Hingga akhirnya, derasnya arus sungai pada awal Januari 2026 membuat struktur jembatan tak lagi mampu bertahan dan menyebabkan mobil terjatuh ke aliran sungai.
Mobil sempat hanyut menjauh dari lokasi awal sebelum akhirnya tersangkut di bebatuan sungai.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar langsung bergerak cepat.
Mereka berupaya mengamankan mobil dengan cara mengikatkan tali sling agar tidak kembali terseret arus.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat satu warga nekat turun ke sungai melawan arus demi mengaitkan tali sling ke badan mobil.
Sementara warga lainnya berjibaku menarik dari tepi sungai.
Aksi gotong royong tersebut berhasil mencegah mobil hanyut lebih jauh.
Selama proses kejadian hingga evakuasi, dipastikan tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Kabupaten Gayo Lues.
Untuk tanggal 3 Januari 2026, BMKG menetapkan Gayo Lues dalam status Siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berisiko memicu banjir dan tanah longsor.
BMKG menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana dan daerah aliran sungai.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 menelan korban jiwa sebanyak 1.157 orang.
Rinciannya, 530 korban meninggal di Aceh, 365 di Sumatera Utara, dan 262 di Sumatera Barat.
Selain itu, sebanyak 165 orang masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh Tim SAR Gabungan.
Jumlah pengungsi tercatat mencapai 380.287 jiwa, dengan mayoritas berada di Aceh. (Red)
































