KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri menutup tahun 2025 dengan langkah penuh makna. Penataan kawasan Jalan Stasiun Kota Kediri resmi diluncurkan bersamaan dengan malam penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
Agenda tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri, Rony Yusianto, dalam konferensi pers bersama Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Adi Sutrisno serta penyanyi nasional Rio Febrian, yang digelar di Grand Surya Hotel, Rabu (31/12/2025).
Rony menyampaikan, sepanjang 2025 Kota Kediri telah melewati berbagai dinamika pembangunan dengan beragam capaian positif.
Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Di penghujung 2025 ini, Kota Kediri telah melalui banyak kegiatan dan mencatat berbagai capaian pembangunan. Harapannya, tahun 2026 akan jauh lebih baik,” ujar Rony.
Peresmian kawasan Jalan Stasiun dikemas dalam rangkaian acara malam hari yang sarat hiburan sekaligus kepedulian sosial.
Sejumlah band lokal seperti Isde Project Band dan Victoria Band akan menghibur masyarakat mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB, lengkap dengan berbagai tantangan dan hiburan interaktif.
Sebagai puncak acara, penyanyi nasional Rio Febrian dijadwalkan tampil mulai pukul 23.00 hingga 23.45 WIB, membawakan sekitar 10 lagu atau lebih untuk menemani detik-detik pergantian tahun.
Menariknya, sebelum penampilan pamungkas, akan digelar doa bersama lintas agama.
Sebanyak tujuh pemuka agama di Kota Kediri akan memanjatkan doa secara bergantian selama 2–3 menit, sebagai simbol persatuan dan harapan di awal tahun baru.
Acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pemutaran kilas balik perubahan kawasan Jalan Stasiun dari kondisi lama hingga wajah barunya saat ini.
Rony menegaskan, Jalan Dhoho tetap dibuka selama acara berlangsung, kecuali dalam kondisi darurat.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, kantong parkir disiapkan di Jalan Basuki Rahmat dan Jalan RA Kartini, yang akan ditutup sementara mulai pukul 17.00 WIB, dengan akses masuk dari arah selatan.
Tak hanya hiburan, Pemkot Kediri juga menghadirkan kegiatan makan bersama warga.
Wali Kota Kediri bersama Forkopimda akan membagikan 2.000 porsi nasi pecel gratis kepada masyarakat.
Kupon pembagian makanan dijadwalkan mulai disalurkan pukul 20.00 WIB.
Kabag Prokopim Kota Kediri Adi Sutrisno menambahkan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sore hari.
Wali Kota Kediri bersama Forkopimda menggelar doa bersama di Ruang Joyoboyo pukul 16.30 WIB, diikuti kepala OPD, camat, dan lurah.
Selanjutnya, rombongan akan meninjau Pos Nataru di depan Masjid Agung pukul 20.30 WIB, lalu bergerak ke Pos Nataru kawasan Stasiun pukul 21.30 WIB sekaligus melakukan peresmian kawasan Jalan Stasiun Kota Kediri.
Adi juga menyampaikan, pelaku UMKM telah ditata di area parkir eks Pacific untuk meramaikan acara dan menjajakan produk unggulan mereka.
Seluruh fasilitas pendukung disediakan secara gratis oleh Pemkot Kediri.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Kediri membuka posko penggalangan dana bagi korban bencana di Sumatera Utara dan Aceh.
Sebelumnya, Kota Kediri telah menyalurkan bantuan berupa donasi tunai sebesar Rp205.873.200 beserta logistik yang telah tiba di lokasi terdampak.
Penyanyi Rio Febrian mengaku bahagia bisa kembali tampil di Kota Kediri. Ia bahkan mengenakan busana tenun khas Kediri sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi.
“Saya senang bisa menutup tahun di Kediri, berbagi kebahagiaan sekaligus menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Rio.
Rio juga menyatakan siap berbaur dengan warga, bernyanyi bersama, hingga ikut menikmati makan bersama usai tampil di panggung.
Menutup keterangannya, Rony Yusianto menegaskan bahwa seluruh hasil penggalangan dana akan dikelola secara transparan oleh Dinas Sosial bersama Tagana, lalu disalurkan melalui rekening resmi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. (rn)
































