Beranda Daerah Mobil Siaga Desa Tuntas, Dinsos Ingatkan Soal Operasional

Mobil Siaga Desa Tuntas, Dinsos Ingatkan Soal Operasional

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat layanan dasar di tingkat desa.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Bojonegoro merealisasikan pengadaan 33 unit mobil siaga desa, sehingga kini seluruh 419 desa di Bojonegoro telah memiliki mobil siaga untuk menunjang pelayanan masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, memastikan bahwa proses pengadaan mobil siaga desa telah selesai sepenuhnya dan kendaraan sudah diterima oleh masing-masing desa.

“Seluruh mobil siaga sudah dikontrak dan sudah diterima desa. Saat ini tinggal proses pembayaran oleh pemerintah desa, sebagian sudah tuntas dan sebagian masih berjalan,” jelas Agus Susetyo.

Mobil siaga desa dirancang sebagai armada layanan cepat untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan sosial, rujukan kesehatan, penanganan kondisi darurat, hingga keperluan mendesak lainnya.

Agus Susetyo menegaskan agar keberadaan mobil siaga benar-benar dimanfaatkan sesuai fungsi utamanya, yakni melayani kepentingan warga desa.

“Kami menghimbau agar mobil siaga ini digunakan secara maksimal untuk pelayanan masyarakat, bukan untuk kepentingan lain di luar peruntukannya,” tegasnya.

Selain pengadaan kendaraan, Dinas Sosial juga menekankan pentingnya komitmen pemerintah desa dalam menjaga keberlangsungan operasional mobil siaga.

Desa diminta mengalokasikan anggaran yang memadai dalam APBDes Tahun Anggaran 2026.

Anggaran tersebut mencakup kebutuhan BBM, perawatan kendaraan, hingga honor sopir, agar mobil siaga dapat selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan warga.

“Keberadaan mobil siaga harus diimbangi dengan kesiapan operasional. Jangan sampai kendaraannya ada, tapi tidak bisa digunakan saat dibutuhkan,” ujarnya.

Dengan terpenuhinya kebutuhan mobil siaga di seluruh desa, Pemkab Bojonegoro berharap pelayanan publik semakin cepat, merata, dan responsif, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menghadirkan layanan yang berpihak kepada warga, sekaligus mendukung terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan. (mia)