BOJONEGORO – Delapan armada truk penuh muatan bantuan kemanusiaan diberangkatkan menuju Pulau Sumatera, Senin (8/12/2025). Rombongan pengantar bantuan ini secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, di halaman kantor BPBD Bojonegoro pada sore hari yang diguyur gerimis.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi warga Bojonegoro yang dihimpun sejak 3–6 Desember 2025 untuk membantu korban bencana longsor dan banjir bandang di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Delapan truk pengangkut berasal dari BPBD, Kodim 0813, Satpol PP, dan Brimob, sebelum nantinya diserahterimakan ke BPBD Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wabup Nurul Azizah menegaskan bahwa Bojonegoro harus ikut hadir ketika saudara sebangsa tertimpa bencana meski berada di luar wilayah. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.
“Kita harus mencintai alam dan menyatu dengan alam. Jika kita mencintai alam, alam juga akan mencintai kita,” ujarnya.
Nurul juga memberikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang telah berkontribusi mengumpulkan bantuan dalam waktu singkat.
“Penyaluran bantuan ini adalah bukti dari sinergi. Tanpa kebersamaan, ini semua tidak mungkin terwujud,” tegasnya.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, melaporkan bahwa total ada 124 donatur dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari OPD, pelajar, akademisi, organisasi sosial, hingga kelompok masyarakat umum.
Donasi yang terkumpul meliputi sembako, kebutuhan bayi dan anak, keperluan mandi, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah serta kebutuhan penting lainnya.
Kodim 0813 juga menambahkan bantuan berupa mi instan, popok bayi, dan susu untuk diberangkatkan bersama rombongan.
Heru Wicaksi menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi bencana di Indonesia yang sangat rawan terjadi.
“Tidak mungkin kita bekerja sendiri. Mari terus tingkatkan sinergi,” pungkasnya.
Rombongan bantuan kini melaju menuju Pos BPBD Jawa Timur sebagai titik distribusi menuju tiga provinsi terdampak di Sumatera. Semangat kepedulian warga Bojonegoro kembali menjadi bukti bahwa solidaritas tak mengenal jarak. (sum)
































